Senin, 16 Januari 2012

BERMAIN SEMAKIN PINTAR

Selain untuk kesenangan, bermain sekaligus sarana belajar si kecil.
oleh: Immanuella F. Rachmani

Mainan tak harus dibeli. Benda-benda di sekitar si kecil bisa jadi mainannya. Apapun mainannya, peran orang tua sangat penting untuk menemani si kecil bermain.

Usia 6-9 Bulan

Ekspresi bayi semakin tampak dan gerakannya kian lincah. Gerak refleks diganti gerak yang bretujuan. Coba lihat, mulutnya sering melakukan gerakan seperti mengunyah pertanda ia siap makan makanan padat. Memasukkan benda ke dalam mulut adalah kebiasaannya sekarang. Si kecil pun mencoba makan sendiri meski belum mahir.
Memasuki usia 9 bulan, waktunya anak diperkenalkan minum menggunakan cangkir. Jam tidurnya yang masih panjang, 14 jam sehari, diselingi aktivitas makan, mandi dan bermain. Ehmm...bermain! Tak cuma asyii, si kecil mengasah ketrampilannya dengan cara menyenangkan.

Permainan dan mainan yang tepat:
  • Yang membuat bayi bergerak, karena ia senang bergerak untuk melatih ketrampilan motorik kasar: duduk, berdiri, merangkak, dan berguling.
  • Meraih benda untuk diamati, digoyang, dicicipi atau digigit.
  • Permainan Ciluk Ba sangat disukai. Si kecil belajar obyek permanen: sesuatu yang tidak tampak bukan berarti hilang
  • Ayun-ayun di kaki.
  • Bermain kejar-kejaran bersama si kecil sangat menyenangkannya. Merangkaklah di belakang bayi yang sedang merangkak seolah Anda mengejarnya.
  • Mendaki gunung bantal akan membuatnya aktif bergerak,keseimbangannya kian terasah.

Tips sukses:
  1. Bila ingin memberikan mainan baru, singkirkan mainan 'lama' dari dekat si kecil, karena ia senang bermain dengan satu mainan. Beberapa mainan sekaligus di hadapannya bisa membuat si kecil frustasi.
  2. Izinkan anak memainkan perkakas aman. Misalnya, sendok plastik, piring makan atau cangkir minum si kecil.
  3. Biarkan anak memainkan tangan, kaki, dan wajah Anda. Sebutkan nama-nama bagian tubuh yang disentuh si kecil agar ia tahu namanya.
  4. Jika ingin membacakan buku, pilih buku dengan gambar besar dan berwarna cerah.

Usia 9-12 bulan

Mulut mungil si kecil mulai mencoba bicara, meniru bunyi-bunyi. Duduknya tak lagi oleng, kaki-kakinya mulai melangkah. Awalnya ia berpegangan, setelah merasa seimbang ia coba melangkahkan kakinya. Ketia ia merasa betul-betul seimbang, ia mencoba melepas pegangannya. Ups! Jatuh.. Tak masalah. Ia coba lagi meraih tepian boksnya untuk berpegangan, melepas tangan dan melangkah. Satu langkah sukses! Usahanya memang luar biasa. Ada bayi yang mulai berjalan di usia 10 bulan, dan tak sedikit yang bisa berjalan tepat di ulang tahunnya yang pertama.
Tangannya yang montok semakin pintar memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ia bisa menjumput benda-benda kecil. Geliginya terus tumbuh, membuatnya ingin menggigit apa saja. Berikan finger food untuk digigit-gigit.
Bermain bagi anak usia ini berarti praktek ketrampilan baru, mencari hubungan sebab-akibat, dan belajar cara kerja benda-benda.

Permainan dan mainan tepat:
  • Menjatuhkan dan melempar mainan dari dalam boksnya berkali-kali. Ia ingin tahu bunyi benda yang ia jatuhkan.
  • Bermain ciluk masih disukai anak usia ini, namun dengan cara baru: tutup wajah Anda dengan sapu tangan, biarkan si kecil membukanya sambil Anda berkata, "ba!" Permainan ini membuat bayi Anda belajar memprediksi apa yang terjadi bila sapu tangan dibuka.
  • Letakkan mainan si kecil di balik selimut, kemudian biarkan ia membukanya dan menemukan mainannya.
  • Sinar lampu senter akan membuat si kecil penasaran. Nyalankan lampu senter, arahkan pada dinding dan lantai. Si kecil akan mengejar dan menyentuhnya.
  • Bermain tepuk tangan adalah permainan yang membuat si kecil melatih koordinasi. Ajak dia bertepuk tangan.
  • Sepakbola bisa dilakukan buah hati Anda. Sediakan bola kain, topang badan si kecil, ajarkan ia menendang bola.

Tips sukses:
  1. Sediakan alat bermain berbagai ukuran, bentuk dan tekstur serta tak mudah rusak bila dibanting atau dipukul-pukul. Ketika melakukan aktivitas tersebut merupakan bagian dari belajar, yaitu memperoleh ketrampilan yang harus ia capai.
  2. Bila anak mulai berjalan, berikan alat bermain yang bisa ia dorong-dorong untuk melancarkan ketrampilannya berjalan.
  3. Jangan lupakan membaca, ngobrol dan menyanyi bersama anak.

Usia 12-16 bulan

Dia bukan bayi lagi, melainkan toddler! Ia semakin mahir makan sendiri, dan celotehannya kian bertambah. Ia bisa mengucapkan 20 kata, meski kata yang ia kenal lebih dari itu.
Dunianya adalah tempat yang menyenangkan karena tangan dan kakinya bebas bergerak. Saat ia berjalan dan dilihatnya benda yang menarik, segera ia sambar. Si kecil sangat sibuk. Orang tua anak usia ini jadi sering berkata 'jangan'.
Pertumbuhan fisik anak memang melambat tapi ketrampilannya melesat. Saat ini adalah waktunya bereksplorasi, bereksperimen dan meneliti apa saja untuk membuatnya paham apa saja. Itu sebabnya, benda apapun bisa menjadi mainannya. Yang dibutuhkan si kecil adalah kehadiran Anda, inspirasi dan bimbingan lembut Anda bila segala sesuatu tidak pada tempatnya.

Permainan dan mainan yang tepat:
  • Bermain pura-pura merupakan permainan favoritnya. Telepon mainan, makanan dari karet atau plastik dan boneka meningkatkan kemampuan bicara dan bermain imajinatif.
  • Menyusun balok, mulai dilakukan anak. Ia bisa manyusun dua balok. Permainan ini melatih koordinasi tangan-matanya.
  • Ia senang mendorong-dorong kursi, dan akan menarik kursinya bia ia menabrak sesuatu. Permainan tarik-dorong, memperkuat keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.
  • Puzzle tiga keping dengan kenop agar mudah ditarik dan dipasang, membantu anak belajar sebab akibat.
  • Alat musik mainan seperti drum sangat disukai si kecil karena berbunyi bila dipukul. Makin berisik, ia kian suka.
  • Tunjuk hidung si kecil sambil menyebut, "ini hidung". Arahkan tangan si kecil ke mata Anda, kemudian katakan, "ini mataku."

Tips sukses:
  1. Agar Anda tak sering-sering bilang "jangan", singkirkan pajangan yang mudah rusak dari jangkauan anak.
  2. Lapangkan area bermain anak, karena tempat sempit tidak membantu anak mengembangkan kemampuan spesialnya.
  3. Jadilah teman bermain yang asyik.

Sumber: Majalah Ayahbunda

0 komentar:

Posting Komentar